Loading...

Friday, May 1, 2020

Aliran Sesat, Istri Pengikut Harus Melayani Nafsu Gurunya.

Loading...
Loading...
Aliran Sesat, Istri Pengikut Harus Melayani Nafsu Gurunya.



Selain menghalalkan hubungan intim layaknya suami istri secara bebas, ternyata masih banyak ajaran menyimpang lainnya yang diajarkan Sutrisno.


Diberitakan sebelumnya, seorang pria asal Tegal dilaporkan oleh warga karena ada dugaan mengajarakan aliran sesat dan mencabuli anak di bawah umur.
Pria tersebut bernama Sutrisno.

Dia warga RT 027 RW 004, Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Kepada pengikutnya, Sutrisno mengaku sebagai anak tiri dari Nyi Roro Kidul.
Tak hanya mengaku sebagai anak tiri dari Ratu Pantai Selatan, ia juga mengaku sebagai Nabi Adam.

Dilansir dari Tribun Jateng, Sutrisno ditangkap di rumahnya pada Selasa (3/10/2017).
Sutrisno ditangkap karena adanya tuduhan kasus pencabulan anak di bawah umur.
Sutrisno mengaku menjadi seorang guru spiritual yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit.
Kasus ini bermula dari tahun 2011, saat ia pertama kali mendirikan tempat pengobatan alternatif.
Kemudian pada tahun 2013, ada banyak warga yang rutin mengikuti pengobatan di tempanya sekaligus menjadi pengikut tetap Sutrisno.

Bisa dikatakan sudah hampir enam tahun Sutrisno menjalankan pekerjaannya tersebut.
ES (39) warga sekaligus mantan pengikutnya mengungkapkan fakta-fakta tentang ajaran Sutrisno.
Ia mengatakan jika total ada 19 orang yang menjadi pengikut tetap ajaran Sutrisno.
"Aliran tersebut berdiri pada tahun 2011 berawal dari praktek pengobatan. Kemudian, pasien yang berobat selanjutnya diminta ikut bergabung menjadi pengikutnya," kata ES, Kamis (5/10/2017).
ES mengaku jika pada awal pendirian tempat pengobatan tersebut belum terlihat ada sesuatu yang melenceng.


Baru, pada tahun 2013 tampak ada sesuatu yang salah dalam pengobatan tersebut, salah satunya adalah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri secara bebas.
"Ia mengatakan hubungan intim layaknya suami istri disahkan, jika suka sama suka," jelasnya.
Kepada wartawan, ES juga menceritakan kejanggalan lain yang ada di pengobatan Sutrisno.
ES mengungkapkan jika pengikut Sutrisno tidak boleh melaksanakan di masjid, layaknya orang pada umumnya.

Khusus pengikutnya, Sholat Jumat harus dilaksanakan di Kediaman Sutrisno.
Tak hanya Sholat Jumat, namun Sholat Tarawih, dan Sholat Idulfitri dan Iduladha pun harus dilakukukan di kediaman Sutrisno.
Anehnya lagi, Sutrisno juga memperbolehkan perempuan yang sedang berhalangan untuk melaksanakan puasa.

"Sutrisno juga mengatakan perempuan yang sedang menstruasi atau haid sah hukumnya menjalankan ibadah puasa," kata ES.
Selain ajaran sesat tersebut, Sutrisno juga sering melontarkan berbagai pernyataan aneh lainnya.
Ia mengatakan jika Siti Hawa bukan istri Nabi Adam dan buah kuldi yang dimakan oleh Nabi Adam merupakan seorang perempuan.

Es juga menyampaikan jika ceramah yang diberikan saat awal bertemu berbeda dengan ceramah yang disampaikan saat sudah lama bergabung.
"Apabila ada jamaah baru atau orang asing yang datang ke perkumpulan, ceramah yang disampaikan berdasarkan hadist- hadist. Tapi saat hanya diikuti pengikut yang lama, ceramahnya jadi melenceng," ujarnya.

Karena menyadari ajaran Sutrisno semakin melenceng, maka ES keluar dari perkumpulan tersebut.
Selain alasan tersebut, ES mengaku jika anaknya menjadi korban pencabulan Sutrisno.
Es mendapatkan laporan dari anaknya jika anaknya pernah mendapat perlakuan yang senonoh dari Sutrisno saat berobat.

Karena laporan anaknya tersebut, ES melaporkan Sutrisno atas kasus pencabulan terhadap anaknya EP (16) yang diketahui masih di bawah umur.
Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo menjelaskan jika kasus Sutrisno baru diproses secara hukum karena adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
"Kami kenakan pasal perbuatan pencabulan, itu yang sudah pasti. Kasus lainnya, masih kami dalami," tandasnya pada Kamis (5/10/2017).
Sutrisno terancam dijerat hukuman maksimal 15 tahun penjara atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

Setelah tertangkapnya Sutrisno, seluruh pimpinan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal melakukan sebuah pertemuan pada Rabu (4/10/2017).


Pertemuan tersebut membahas pengkajian aliran yang disebarkan oleh Sutrisno, dan diadakah di rumah Kepala Desa Bogares Kidul, Kasroi.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir juga Perwakilan Forkopicam Pangkah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, pihak NU, dan Muhammadiyah. (TribunWow.com/Bima Sandria).
WANITA MENGAKU SEBAGAI NABI

Wanita mengaku nabi di Makassar ternyata sempat membuat heboh dan kaget pegawai Kementerian Agama di Makassar.
Ibu itu berbaju putih datang dan mengagetkan seisi kantor.
Nah, gimana tidak kaget, ibu tersebut datang dan mengaku bahwa ia adalah nabi setelah nabi Muhammad SAW.

Dikutip tribunjogja.com dari Tribun Kaltim, kabar mengenai keberadaan ibu tersebut tersebar melalui grup Facebook IKKM 2017 (Info Kejadian Kota Makassar 2017).
Ini dia 3 fakta mengenai sosok ibu yang mengaku menjadi nabi setelah nabi Muhammad SAW tersebut.

1. Keturunan Tuanta Salamaka Syekh Yusuf
Selain mengaku sebagai nabi, si ibu itu juga mengaku sebagai keturunan Tuanta Salamaka Syekh Yusuf.
Siapa Tuanta Salemaka Syekh Yusuf?
Kalau dilihat dari Wikipedia, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf adalah seorang ahli agama yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan.
Lahir pada tanggal 3 Juli 1626 dan meninggal di Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699 pada umur 72 tahun, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf merupakan anak dari pasangan Abdullah dan Aminah.
Saat lahir ia diberi nama Muhammad Yusuf oleh Sultan Alauddin (Raja Gowa) yang juga merupakan kerabat dari ibu Syekh Yusuf.
Ketika Kesultanan Gowa mengalami kalah perang terhadap Belanda, Syekh Yusuf pindah ke Banten dan diangkat menjadi mufti di sana.
Pada periode ini Kesultanan Banten menjadi pusat pendidikan agama Islam, dan Syekh Yusuf memiliki murid dari berbagai daerah, termasuk 400 orang asal Makassar yang dipimpin oleh Ali Karaeng Bisai.

Ketika pasukan Sultan Ageng dikalahkan Belanda tahun 1682, Syekh Yusuf ditangkap dan diasingkan ke Srilanka pada bulan September 1684.
Di Sri Lanka, Syekh Yusuf tetap aktif menyebarkan agama Islam, sehingga memiliki murid ratusan, yang umumnya berasal dari India Selatan.

Salah satu ulama besar India, Syekh Ibrahim ibn Mi'an, juga termasuk yang berguru pada Syekh Yusuf.

Melalui jamaah haji yang singgah ke Sri Lanka, Syekh Yusuf masih dapat berkomunikasi dengan para pengikutnya di Nusantara, sehingga akhirnya oleh Belanda, ia diasingkan ke lokasi lain yang lebih jauh, yakni Afrika Selatan, pada bulan Juli 1693.

Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf tetap berdakwah, dan memiliki banyak pengikut.
Ketika ia wafat pada tanggal 23 Mei 1699, pengikutnya menjadikan hari wafatnya sebagai hari peringatan.

Bahkan, Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan, menyebutnya sebagai 'Salah Seorang Putra Afrika Terbaik'.

Jenazah Syekh Yusuf Tajul Khalwati dibawa ke Gowa atas permintaan Sultan Abdul Jalil (1677-1709) dan dimakamkan kembali di Lakiung, pada April 1705.
Kemudian Syekh Yusuf dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto dengan SK Presiden : Keppres No. 071/TK/1995, Tgl. 7 Agustus 1995.

2. Percakapan ibu yang mengaku nabi

Ibu yang mengaku nabi itu juga sempat bercakap-cakap dengan sejumlah orang diduga merupakan pegawai di kantor Kemenag.
Seorang wanita dalam video tersebut bertanya kepada si ibu tentang firmannya yang didapatkan dari Tuhan.
"Ibu dapat langsung firmannya?," tanya wanita tersebut.
"Saya dapat di dalam yang berbisik sendiri. (Berbahasa Arab). Kesungguhan firman adalah Allah, kesungguhan Allah adalah Firman," jawab ibu yang mengaku nabi itu.
"Apa mukjizat ta bu?" tanya lagi si wanita.
"Al Quran," jawab ibu tersebut.
"Saya kira Nabi Muhammad Mukjizatnya Al Quran," timpal si wanita.
"Ini Namanya kelanjutan. Masih banyak manusia belum Islam. Misalnya Adam,"jawab ibu itu.
Selanjutnya terdengar suara pria yang yang bertanya pada ibu yang mengaku nabi itu.
Suaranya tak begitu jelas, namun pertanyaan pria itu langsung ditanggapi oleh si ibu.
"Perintahnya Allah bahwa masuklah semuanya Islam. Ini adalah perintah sampaikan kepada gubernur bahwa sampaikanlah kepada seluruh umat bahwa mengungsilah ke Indonesia, Makassar," jawab ibu itu.
3. Sudah Pisah ranjang dengan suami

Berbagai perntanyaan terus dijejalkan kepada ibu itu, termasuk perihal urusan rumah tangga.
"Sudah berkeluarga ibu?" tanya seseorang kepada ibu itu.
"Iya. Saya pisah tidur. Anak satu," jawabnya.
Ia pisah ranjang dengan suaminya karena perintah dari kenabiannya.
"Ooh karena ibu adalah nabi, maka itu perintah dari atas ya maksudnya?," tanya si wanita dalam video itu.
Yang membuat heboh adalah, Ia mengaku nabi itu menganggukan kepala. (*)
mmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Loading...
Aliran Sesat, Istri Pengikut Harus Melayani Nafsu Gurunya.
4/ 5
Oleh