Loading...

Tuesday, May 19, 2020

Kabar Gembira, Pandemi Covid-19 di Babel Menurun, Shalat Idul Fitri Boleh Berjamaah di Masjid

Loading...
Loading...
Kabar Gembira, Pandemi Covid-19 di Babel Menurun, Shalat Idul Fitri Boleh Berjamaah di Masjid



BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, melaksanakan rapat terkait penentuan pelaksanan ibadah salat Ied yang dilaksanakan pada Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Covid-19, di ruang Pasir Padi, Senin (18/5/2020).


Gubernur Babel bersama Kapolda Babel Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat, Danrem 045 Gaya Babel Kolonel Czi M. Jangkung Widyanto, Ketua MUI Babel dan Ormas Islam di Babel.

Dalam kesempatan itu Gubernur menyatakan pelaksanakan salat Ied di Babel dapat dilaksanakan di masjid dengan suasana Covid-19 di Babel yang telah menurun dan terkendali.

Dikesempatan itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyatakan untuk mushola dan masjid yang ada di Babel boleh melaksanakan salat Ied berjamaah dengan aturan ditetapkan seperti tetap menggunakan masker.

"Kita putuskan salat ied dilaksanakan diluar (dihalaman) masjid dan diluar mushola, diadakan biar sampai ke jalan sampai ke jalan, kalau kondisi hujan didalam masjid mana dapatnya jangan berpadat-padat,"ujar Gubernur Babel Erzaldi, di ruang Pasir Padi, Senin (18/5/2020).

Selain itu, dalam pelaksanaan salat tidak dilaksanakan secara berlama-lama hanya waktu 30 menit saja melaksanakan salat ied, lalu pelaksanakan salat dilakukan di setiap masjid dan mushola untuk mengurangi keramaian.

"Ini disepakati biar mudah kontrol mulai jam 7.00 WIB selesai 7.30 WIB dan tidak ada jabat tangan buat aturan sebelum mulai salat ied, sampikan bahwa begitu bubar harus dimulai dari sap paling belakang, menggunakan masker itu harus dan didepan pintu masuk masjid disiapkan cuci tangan,"ungkapnya.

Lebih jauh, Erzaldi menyampaikan kotak amal akan diusulkan tidak dipindahkan oleh satu jemaah ke jemaah lainya, namun akan diedarkan oleh satu orang ke banyak jemaah atau diletakkan pada satu tempat.

"Terus kotak amal diusulkan tadi cantumkan suatu petunjuk dalam pelaksanan salat idul fitri dan tidak ada nganggung selesai salat Ied dan tidak ada open house pejabat dan pengusaha,"ujarnya.
Menjadi Evaluasi

Kebijakan Gubernur Erzaldi membolehkan salat ied didasari berdasarkan evaluasi Pemerintah terhadap penurunan status positif Covid-19 di Provinsi Babel.

"Kami sudah mengevaluasi dinas kesehatan dan Satgas kita ini memang bisa dikatakan menurun drastis, kita menjadi Provinsi ke tiga terendah, setelah Aceh dan NTT,"ujarnya.

Namun dengan rendahnya kasus positif Covid-18 di Babel, kata Erzaldi bukan berarti masyarakat tidak mewaspadai kondisi saat ini, dan tetap harus melaksanakan protokol Kesehatan Covid-19.
"Kita tidak terlepas dari doa dan usaha kita yang terlibat, kita harus tetap sama sama hati-hati, bukan berarti kita mengatakan daerah hijau, yang saya khawatirkan mentang hijau diartikan salah oleh masyarakat kita. Kelonggaran ini bukan berarti kita tidak terancam tetap menjadi ancaman dan strategi untuk lebih bersahabat dengan Covid-19 dengan cara harus menerapkan protokal Covid-19. Karena sampai dengan sekarang vaksin belum ditemukan,"lanjutnya.
Sumber tribunews
Loading...
Kabar Gembira, Pandemi Covid-19 di Babel Menurun, Shalat Idul Fitri Boleh Berjamaah di Masjid
4/ 5
Oleh