Loading...

Friday, June 12, 2020

Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat

Loading...
Loading...
Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siulan dari mulut Tono disambut suara meong dari ratusan kucing yang berada di Pasar Damar Banyumanik Kota Semarang, Rabu (10/6/2020) malam.

Kucing-kucing tersebut sudah hafal dengan kode siulan yang bertanda mereka akan segera diberi makan.

Tono dibantu dengan seorang kawannya lekas menuangkan beberapa genggam makanan kucing di lantai pasar agar kucing-kucing tersebut segera makan.



Ketika para kucing itu lahap makan, tampak tersungging senyum di bibir Tono.

"Kalau ditanya alasan kenapa mau melakukan kegiatan rutin memberi makan kucing, inilah jawabannya.

Mereka bisa makan dengan lahap dan sehat itu menjadi kepuasan batin tersendiri," ungkap pemuda bernama lengkap Tri Martono (27) kepada Tribunjateng.com.

Tono setiap malam memang rutin memberikan makanan kepada kucing jalanan yang hidup di lingkungan pasar dan tempat pembuangan sampah (tps) di wilayah Kecamatan Banyumanik.

Menurutnya, total ada 14 titik lokasi yang dia datangi setiap malam.

Tiap satu kali berkeliling itu menghabiskan setidaknya 5 kilogram pakan kucing dan dua bungkus makanan kucing basah.

"Biasanya saya keluar dari rumah pukul 21.00 WIB, kalau pulang tidak menentu paling awal pukul 23.00, pulang paling telat pukul 03.00, ketika banyak kucing yang sakit sehingga harus diobati," paparnya.


Tono menyebut tidak hanya memberikan makan kucing, melainkan juga berupaya mengobati kucing ketika dalam kondisi sakit.

Tidak heran ketika berkeliling, dia membawa tas besar warna hitam yang berisi pakan kucing lengkap dengan peralatan obat-obatan khusus hewan seperti obat luka hewan berbentuk spray, vitamin, obat cacing, salep, obat mata, infus dan lainnya.

"Kucing jalanan hidup di daerah yang kurang bersih sehingga seringkali mereka diserang penyakit seperti cacingan, mata terluka, belatungan dan lainnya.



Maka kami selalu bawa obat-obatan agar kucing bisa kembali sehat," jelasnya.

Tono mengungkapkan, keahlian penanganan pertolongan pertama terhadap hewan diperoleh secara otodidak maupun belajar langsung dari dokter hewan.

"Berhubung banyak interaksi dengan dokter hewan mereka memberi tahu saya cara penanganan medis," ucapnya.

Dia melanjutkan, mulanya konsisten memberi makan kucing yang dia lakukan awal tahun 2019 lalu lantaran spontanitas ingin berbagi sesuatu yang bermanfaat.

Tiba-tiba saja terbesit dalam pikirannya untuk membeli pakan kucing dari uang hasil pekerjaan sambilannya sebagai pekerja seni tato.

"Saya memiliki pekerjaan sambilan menato orang, saya pikir ketika itu uang hasil menato akan selalu habis dan tidak ada manfaatnya. Maka saat itu saya sisihkan Rp. 200 ribu untuk beli pakan kucing dari hasil menato," jelas pria yang memiliki pekerjaan tetap sebagai satpam ini.

Bermula dari itulah, Tono ketagihan untuk terus peduli terhadap hewan jalananan mulai dari kucing maupun anjing.



Namun lantaran di wilayah tempat tinggalnya lebih banyak dijumpai kucing maka dia cenderung memperhatikan hewan tersebut.

"Sebenarnya saya tidak mau hanya disebut pencinta kucing saja, saya lebih suka disebut seseorang yang peduli hewan jalanan," katanya.

Dalam proses kepedulian terhadap kucing maupun hewan jalanan tersebut, Tono pernah terkendala soal pakan yang didistribusikan ke hewan-hewan tersebut.



Hal itu mendorong Tono untuk menyiasati dengan memungut nasi yang masih layak makan di tempat-tempat sampah terutama di area perumahan.

"Dulu sering memungut namun lama kelamaan orang-orang di perumahan mulai kenal saya sehingga mereka malah memberikan nasi sisa kepada saya untuk diberikan ke kucing," ucapnya.

Tono juga aktif membagikan kegiatannya tersebut ke berbagai platform media sosial seperti facebook, instagram, dan youtube.

Media sosial yang merekam kegiatan Tono terangkum di akun Youtube cat meong, instagram di akun pedulikucingliarsemarang dan fanspage facebook bernama gra nd onk.

Dari media sosial itulah, pengikutnya di media sosial tersentuh dengan aktifitas pemuda bertato itu sehingga mereka mengusulkan Tono untuk membuka donasi agar mereka bisa membantu.

"Alhamdulillah ternyata banyak yang peduli terhadap hewan jalanan, tidak hanya dari warga Semarang tetapi daerah lain.

Bahkan warga Indonesia yang bekerja di Taiwan, Malasya dan India ikut aktif memberikan donasi peduli hewan jalanan khususnya kucing," jelasnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat, https://jateng.tribunnews.com/2020/06/11/siulan-tono-panggil-ratusan-kucing-jalanan-di-semarang-tiap-malam-datangi-pasar-beri-makan-dan-obat?page=3.
Penulis: iwan Arifianto
Editor: galih permadi
Loading...
Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat
4/ 5
Oleh