Loading...

Monday, June 8, 2020

Tidak Meninggal Karena C00rona Tapi Mau Dimakamkan Secara C00vid-19, Ratusan Ojol Geruduk Kamar Mayat RS Dr Soetomo Demi Selamatkan Rekannya

Loading...
Loading...
Tidak Meninggal Karena C00rona Tapi Mau Dimakamkan Secara C00vid-19, Ratusan Ojol Geruduk Kamar Mayat RS Dr Soetomo Demi Selamatkan Rekannya



Daru Ardya Wiyati seorang wanita yang sehari hari bekerja sebagai ojek online (Ojol) tak bernasib baik, saat mendapatkan orderan gofood dan hendak mengantarkannya naas di tengah perjalanan tepatnya di jalan satelit selatan, Daru dijambret dan terjadi insiden tarik menarik sehingga Daru terjatuh, Kamis (04/06/2020) sekira pukul 16.40 wib.

Akibat kecelakaan tersebut kepala bagian tulang hidung patah dan dahi sobek dua bagian hingga mengeluarkan darah karena membentur jalan paving.

Usai kecelakaan Daru pun di bawa ke salah satu Rumah Sakit Swasta Di jalan Darmo satelit indah untuk mendapatkan perawatan medis, di karenakan keterbatasan finansial, korban dipindahkan ke RS Dr Soetomo Surabaya pada Jumatnya (05/06/2020).

Usai mendapatkan perawatan medis selama 3 hari Daru (Korban) akhirnya meninggal dunia, Minggu (07/06/2020)

Anehnya saat jenazah korban hendak di bawa pulang keluarga, jenasah korban di nyatakan PDP oleh pihak rumah sakit, sehingga jenasah korban akan di makamkan di pemakaman Covid-19 sehingga keluarga dan para rekan korban tak terima.

Ratusan driver ojek online (ojol)  yang geram saat mendengar kabar tersebut, langsung menggeruduk  RS Dr Soetomo Surabaya sehingga membuat kemacetan panjang.



Kedatangan mereka dipicu adanya kabar, jika jenazah rekan mereka tidak diperbolehkan keluar dari kamar mayat rumah sakit tersebut.

Seorang pengendara ojol Suryanto (35) mengatakan, awalnya rekan-rekannya hanya sedikit yang datang. Tetapi, kabar tertahannya jenazah rekannya tersebut membuat solidaritas sesama ojol tergerak hingga berdatangan.

“Saya juga nggak tahu persis bagaimana kondisi sebenarnya. Tapi beredar info jika mayat rekan kami gak bisa keluar jika tidak dinyatakan terjangkit Virus Covid-19. Lah, rekan saya ini korban jambret yang kritis dan meninggal. Bukan sakit karena virus,” ucapnya.
Saat awak media menghubungi keluarga korban mengatakan, "selama 3 hari istri saya di rawat, pihak rumah sakit tak menyatakan bahwa istri saya PDP, aneh kenapa saat istri saya meninggal dunia malah di nyatakan PDP ?" Ucap Ardian (Suami Daru).

“Pemerintah seharusnya bisa selektif akan pendataan PDP, kalau semua orang sakit di masukkan PDP kasian Keluarganya, dan dampak sosial nya, semoga kejadian ini tak terulang lagi,” harap Ardian.

Pihak rumah sakit juga bersikukuh untuk memakamkan secara protokoler Covid-19.

Dikarenakan Komunitas Ojol semakin membludak, pihak rumah sakit pun mengijinkan jenazah untuk dibawa pulang keluarga.

“Kami sangat menyayangkan pihak rumah sakit yang menyatakan PDP setelah korban meninggal dunia, namun Alhamdulillah semuanya sudah clear,” ujar tim gerakJatim. (Daniel/Red)
Loading...
Tidak Meninggal Karena C00rona Tapi Mau Dimakamkan Secara C00vid-19, Ratusan Ojol Geruduk Kamar Mayat RS Dr Soetomo Demi Selamatkan Rekannya
4/ 5
Oleh